Postingan

Sudut Pandang Pinggir Jalan

Gambar
Aku berdiri di pinggir jalan Tak tahu ingin ke kiri atau ke kanan Melihat berbagai kendaraan Hilir mudik tak karuan Tak ada yang menepi Sibuk, semua sibuk Lihat! Wajah-wajah tak bahagia itu Pasrah pada waktu Tak tahu apa yang ditunggu Satu, dua, tiga ... empat, lima Aku mulai berhitung Tapi masih tak tahu ingin ke kiri atau ke kanan Kendaraan masih berlalu-lalang Aku masih di pinggir jalan Dan wajah-wajah itu masih tak bahagia

Puncak Pangrango yang Masih di Angan

Gambar
Di Kandang Badak sebelum perjalanan pulang, kami tertawa. Entah karena apa yang jelas kami tertawa bersama. Pendakian di akhir pekan pertengahan September 2016, semua bermula di rumah Oping di daerah Jati Jajar, Depok. Jumat malam kami berdelapan, Saya, Nandar, Oping, Esa, Ratu, Wahyu, dan dua orang lagi saya lupa namanya (maaf) di teras rumah mempersiapkan pendakian dan beristirahat sejenak sebelum menuju Cibodas. Setelah bisa tidur sebentar sekitar pukul 2 dini hari kami berangkat, lima orang naik mobil tiga orang naik motor. Oping yang bertugas mengendarai mobilnya menuju Cibodas malah tidak tidur dengan cukup, sementara tiga orang lainnya di kursi belakang mobil duduk dengan sangat tenang dan tertidur selama perjalanan. Tentu saja saya termasuk yang tiga orang di kursi belakang. Entah Esa benar-benar menemani Oping atau malah tertidur juga. Cibodas, ahh… saya merelakan diri mendaki lewat jalur Cibodas karena tujuannya puncak Pangrango, soalnya berat sekali memulai pe...

Jeda di Penghujung Senin

Saya bangkit untuk mematikan lampu kamar setelah mengirimkan pesan bahwa saya akan tidur, kemudian memejamkan mata sambil menarik selimut sampai menutupi kepala. Bukan langsung tertidur kepala saya malah memutar kembali adegan-adegan hari ini yang telah saya lewati, terlalu naik turun seperti roller coaster. Ada dorongan aneh yang membuat saya kembali bangkit, menyalakan lampu dan menyambar laptop dalam sekejap. Sungguh saya sudah lelah, mata sudah ingin terpejam, tapi sialnya kepala saya malah berusaha menyusun kata demi kata menjadi kalimat, kalimat demi kalimat menjadi paragraf. Ah, masa bodo dengan tidur, masa bodo besok bisa bangun kesiangan, masa bodo besok akan telat ke kantor, masa bodo dengan laki-laki tua penjilat yang haus akan harta dan jabatan dan semua email-email omong kosongnya! Tangan saya sudah melompat-lompat dari huruf satu ke huruf lain di papan ketik.Tidak tau apa yang akan saya ketik, hanya membuat jeda, supaya Senin ini tidak terlewat begitu saja. Dan,...

#ChitChatNN: Hidup Damai Tanpa Orang Rese

Gambar
source Akhir-akhir ini jadi sering dengar atau baca orang-orang membahas toxic people, meski sudah sejak dahulu kala orang-orang toxic ini ada and maybe we used to call it “orang rese”. Entah saya kurang peka atau gimana tapi sejauh ini saya gak terlalu merasa terganggu dengan keberadaan orang-orang rese di lingkungan terdekat atau karena saya seenggak begitu pedulinya, entahlah. Jadi saya pikir mau menulis tentang ini agaknya kurang referensi tapi setelah membaca tulisan Nika saya jadi tersadar, ternyata saya juga pernah merasa sangat terganggu dan kesal berhadapan dengan orang rese seperti itu. Dulu, sih, ketika saya SMP, teman yang tadinya saya anggap sahabat (yang mana itu adalah mitos belaka) dengan entengnya membicarakan curhatan saya sama teman-teman kelas dan berakhir jadi bahan candaan. Kemudian efeknya saya jadi orang tertutup, pendiam, lose faith in the name of sahabat sampai sekarang. Sungguh rese dan menyebalkan itu orang. Kemarin juga ada yang cerita ...

Over Drive

Gambar
*Spoiler alert source Over Drive adalah film Jepang orisinal yang dibuat oleh Eiichiro Hasumi yang katanya merupakan proyek kolaborasi antara Toyota dan Toho. Maksudnya film orisinal itu, film ini bukan hasil adaptasi dari manga ataupun anime, jarang banget, kan, Jepang bikin film yang bukan live action. Kalau dilihat dari posternya kita pasti mikir ini film tentang dunia balap, bakal banyak scene balapan, dan konfliknya kalo gak persaingan sengit antar pembalap, ya, antar pabrikan. Tapi jangan tertipu teman-teman, karena sebenarnya ini adalah film drama, konfliknya itu cuma antar adik kakak, terkait cinta segitiga pula, ckckck. Untung pemerannya Mackenyu jadi saya masih betah nontonnya, soalnya yang membuat saya tertarik nonton film ini apalagi kalo bukan karena Mackenyu Arata. Selain Mackenyu ternyata film ini penuh dengan aktor-aktor good looking yang beneran bikin betah nontonnya. Kakak – adik yang diperankan oleh Masahiro Higashide sebagai Atsuhiro Hiyama dan Mack...